Air Mata Dalam Diam || Cerpen 2020

Source: Pinterest.com

POV VIZZA

Aku tak pernah mengharapkan ada di keluarga yang seperti ini, Mengapa aku hidup di keadaan yang tak pernah ku bayangkan sebelumnya?

Perkenalkan nama ku Avizza Sakia Ningrum nama ini adalah pemberian kedua orang tua sebelum kejadian mengerikan yang terjadi pada nya, sekarang aku berusia 24 tahun, Aku adalah anak angkat dari Harza dan Aliya mereka kedua orang tua yang sangat baik merawat ku sejak kecil, di saat aku berumur 12 tahun tepatnya ayah angkat ku yaitu Harza, meninggal dunia karena menyelamatkan ku dari sebuah kecelakaan di jalan raya besar saat aku menyebrang.

Selepas kejadian itu bunda angkat ku yang tak lain Aliya, menjadi sosok yang sangat kejam, pemarah, dan sangat membenci ku karena aku penyebab kematian ayah, jujur saja aku sangat tertekan atas penderitaan selama 12 tahun ini, yang masih mendukung ku hingga saat ini adalah bernama bibi Aldis, pembantu dirumah ini sejak dulu aku kecil.

AUTHOR

“Vizza.. he!” panggil Aliya dengan sangat kencang, “i...ya bun?” jawab Vizza dengan ketakutan yang luar biasa bila ia berdua dengan Aliya, “ntar malam ada anak ku Farzi akan datang dari Singapura, sejak kecil Farzi memang tinggal dirumah nenek kakek nya karena itu Vizza tidak mengenal nya, sekarang kamu belanja ke tukang sayur depan kompleks!” perintah Aliya sambil menghamburkan uang 3 lembar Rp20.000 tepat didepan mata nya Vizza, “dan ingat! Awas saja sampai kamu mengambil uang kembalian itu!” ucap Aliya dengan penuh penekanan, “ba..ik bun” jawab Vizza sambil memungut uang senilai Rp60.000 itu.

Dengan berjalan sedikit lemas, Vizza pun berangkat menuju tukang sayur tersebut, “Pak saya beli ayam nya 1 kilo, bawang bombai 2 buah, telur 1 kilo, berapa pak?” tanya Vizza dengan cemas takut akan uang yang diberikan oleh Aliya tidak cukup, “semua nya jadi Rp55.000 neng” ucap tukang sayur dengan menyerahkan belanjaan Vizza, “Syukurlah cukup, ini pak uang nya” ucap Vizza sambil memberikan uang senilai Rp60.000, “ini neng kembalian nya.”

“Bun..” panggil Vizza kepada Aliya dengan pelan, “apa?” jawab Aliya dengan acuh nya, “ini belanjaan nya bun, dan ini kembalian nya” ucap Vizza dengan memberikan kepada Aliya, “sini uang nya!, dan sekarang kamu masak itu semuanya!” bentak Aliya, “maaf bun Vizza mau melaksanakan salat dhuhur terlebih dahulu” izin Vizza pada Aliya, “yaudah sana!, jangan lama-lama, keburu anak saya pulang!!.”

Semenjak Harza meninggal, saat itulah kehidupan Vizza telah berubah 100%, dulu nya Vizza tidur di kamar atas, menggunakan tempat tidur yang empuk, selimut yang lembut, kini Vizza berada dikamar yang sangat kecil, tak ada kasur yang empuk, yang ada hanya karpet tipis untuk alas tidur dan satu bantal, selepas Vizza melaksanakan salat lima waktu ia tak pernah lupa untuk mendoakan kedua orang tua nya, Harrza, dan berdoa agar bunda Aliya dilembut kan hatinya, memberikan ia kasih sayang.

Seperti yang kalian ketahui tadi kini Vizza berada didapur, sedang memasak untuk kedatangan Farzi nanti sore, “HE!!..bibi ngapain bantuin Vizza masak ha?, saya tidak menyuruh bibi untuk membantu Vizza kan!, sekarang bibi cuci baju biar Vizza masak sendirian!” perintah Aliya yang tak bisa digangggu gugat, “ba..ik nyonya” jawab Aldis dan langsung menuju kamar Aliya untuk mengambil pakaian kotor nya.

“Apa? lihat-lihat!.. mana masakan kamu biar saya cicipi dulu, nanti kamu beri racun lagi” ucap Aliya yang sangat pedas itu menyakiti hati Vizza, Vizza memang orang nya sangat baik, lembut, dan tak pernah berkata kasar pada siapa pun, disaat di duduk di bangku SMP ia mendapatkan juara 1 terus hingga masuk SMA, “i..ni bun” dengan sedikit ketakutan dalam hati kini Vizza memberikan piring berisi 1 ayam kecap kepada Aliya “Aits.... kamu masak apaan sih kok gini banget rasanya” setelah mencicipi masak Vizza, Aliya langsung membanting piring itu bersama ayam kecap Vizza, “itu ayam kecap bun” jawab Vizza dengan mata yang berkaca-kaca, “yaudah sekarang kamu masak lagi yang lebih enak dan banyak, dan ini bereskan! Aku nggak mau tau!.

Dengan hati yang sakit, Vizza membereskan pecahan piring tersebut sambil meneteskan air matanya, “non bibi bantuin ya?” tanya Aldis, “ndak perlu bi, nanti bibi kalau bantuin aku dimarahin bunda” tolak Vizza dengan sopan, ia tau seperti apa bencinya Aliya dengan dirinya semenjak almarhum Harza meninggal.

Malam pun tiba, sedari tadi sore Aliya menunggu kedatangan Farzi di ruang tamu, tak terasa kini hidangan di meja makan sudah penuh dengan beraneka macam masakan Vizza, “ya ampun non ini masakan banyak sekali siapa yang mau makan non?, kan yang datang hanya den Farzi” ucap Aldis pada Vizza, “tapi tadi bunda sendiri yang menyuruh Vizza buat masak yang banyak bi” ucap Vizza sedikit kecewa.

Tok... tok... “Helo mom” ucap Farzi sambil menggandeng tangan kekasih nya. “Halo sayang kamu sudah besar sekali nak” ucap Aliya sambil menyentuh bagian pundak Farzi, “mom ini kenalin kekasihku nama nya Viska dia asal indonesia dan kuliah di singapore, “halo tante saya Viska” ucap Viska dengan ramah, “eh halo Viska yang cantik, ayo masuk mama sudah masak banyak buat kalian” ajak Aliya menuju ruang makan, “wow, ini mama yang masak?” tanya Farzi dengan terkejut karena makanan yang diatas meja itu beraneka macam, “iya lah mama sendirian lagi” bangga nya Aliya mengucapkan seperti itu kepada anak nya, “hei kau siapa?” tanya Farzi pada Vizza, “sa..ya Vizza an..” ucap Vizza terpotong, “itu anak pembantu Zi, sudah lah, ayo dimakan hidangan nya” tess..tess, saat peninggalan mereka berdua, air mata Vizza keluar “sebenci nya kah bunda pada ku?, sampai sampai aku tidak dianggap seperti anak angkatnya?” ucap Vizza dengan lirih.

Ma ini masak nggak kelebihan?, kan kita hanya bertiga?” ucap Farzi saat duduk di meja makan tersebut, “ha gampang lah itu” ucap Aliya dengan ringan nya, saat mendegar jawaban Aliya hati Vizza sangat sakit, ia tahu bahwa keluarga ini sangat kaya namun bukan seperti ini cara membuang uang, selesai makan sudah kini makanan tersisa sangat banyak, “Vizza ini makanan terserah mau kamu di apakan, mau dibuang, dimana in kek terserah!,” bentak Aliya kepada Vizza, “bun Vizza teringat ayat Al-Qur’an ( yaa baniii aadama khuzuu ziinatakum’inda kulli masjidiw wa kuluu wasyarobuu wa laa tusrifuu, innahuu laa yuhibbul-musrifiin : Artinya “Wahai anak cucu Adam! Pakailah pakaianmu yang bagus pada setiap (memasuki) masjid, makan dan minumlah, tetapi jangan berlebihan. Sungguh, Allah SWT tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan.) Vizza tolong sama bunda makanan ini jangan dibuamg biar Vizza berikan ke fakir miskin ya bun” sambil mememalas Vizza memohon, “Terserah sana cepet!” jawab Aliya dengan tegas.

#ZahrapediaBerkarya

Karya: Diva Azzara Karimah

Post a Comment

1 Comments