Rooftop Prince || Cerpen 2020

Source: Globalpsa.com


Seoul, 2019
BRUK!

“Aduh,” ringis seorang pria berpakaian hanbok yang jatuh tersungkur di rooftop rumah seorang gadis.

Ternyata gadis sang pemilik rumah tersebut juga sedang berada di rooftop. Ia tengah fokus menggoreskan kuas dan cat warna pada kanvas putih polos itu. Mendengar suara ringisan seorang pria, ia langsung beranjak menghampiri pria dengan pakaian hanbok tersebut.

“Kau siapa?” tanya seorang gadis tersebut.

Pria itu lantas berdiri dan yang mengejutkan, ia langsung memeluk gadis di hadapannya ini. Sang gadis langsung mendorong pria tersebut agar melepas pelukannya.

“Mianhae, Ye Na,” ucap pria tersebut sambil berlutut di kaki seorang gadis bernama Ye Na tersebut.

Ye Na terkejut, apa yang sebenarnya dilakukan pria tersebut? Kenapa pria tersebut terus-menerus meminta maaf kepadanya?

“Kau ini siapa, sih? Dasar pria gila.”

“Ye Na, ini aku, suamimu.”

“Suami? Aku bahkan belum menikah.”

“Apa kau melupakanku? Mianhae, Ye Na, aku menyesal telah menduakanmu. Sekarang aku ingin memperbaiki semuanya bersamamu. Apa kau mau?”

“Pria gila, keluar kau dari rumahku!”

Ye Na mendorong tubuh pria tersebut dengan sekuat tenaga agar keluar dari rumahnya. Pria tersebut bersikukuh untuk tinggal di rumah Ye Na, katanya ia tak mengenal seorang pun di dunia ini, kecuali Ye Na. Ye Na tak percaya dengan semua yang keluar dari mulut pria tersebut. Ye Na langsung menutup semua pintu masuk ke rumahnya.

“Dasar pria gila,” ucap Ye Na.

Ye Na memilih untuk menyelesaikan lukisannya dan melanjutkan dengan aktivitas lainnya. Sedangkan di luar, pria berpakaian hanbok tersebut masih setia menunggu Ye Na. Ia hanya sebatang kara di dunia antah-berantah ini. Hanya Ye Nalah seseorang yang ia kenal. Namun, justru Ye Na mengaku tak pernah mengenalinya. Apakah ini balasan dari perbuatannya itu?

Tak disangka, hujan pun turun membasahi pria berpakaian hanbok tersebut. Namun, hal itu tak membuatnya pergi.

“Hujan? Apakah pria itu sudah pergi?” tanya Ye Na.

Dengan rasa pedulinya, Ye Na keluar mengecek apakah pria tadi masih di luar atau sudah pergi. Ia melihat pria itu masih di sana dengan keadaan basah kuyup. Ye Na langsung mendekati pria itu dan memayunginya.

“Aku yakin kau akan datang, Ye Na,” ucap pria tersebut tersenyum.

“Ayo masuk rumah!”

“Kau memperbolehkanku tinggal di rumahmu?”

“Hm.”

“Gomawoyo, Ye Na, kau memang baik. Aku menyesal telah mengecewakanmu.”

Ye Na bingung bagaimana bisa pria itu mengenalinya, bahkan ia belum memperkenalkan diri. Lalu, kenapa pria itu terus meminta maaf dan mengatakan kalau ia menyesal telah menduakan Ye Na? Ye Na ingat betul kalau ia tidak pernah amnesia.

Ye Na membawa pria tersebut ke salah satu kamar di rumahnya. Kamar dengan nuansa monokrom membuat suasana tenang, ditambah tanaman hijau dan barang-barang yang tertata rapi.

Ye Na mengambil sebuah handuk di lemari kamar tersebut, lalu memberikannya ke pria itu.

“Kau mandi saja dulu, biar kuambilkan pakaianku.”

Pria itu menuruti perkataan Ye Na, ia bergegas membersihkan diri. Sedangkan, Ye Na menuju kamarnya untuk mengambilkan kaos dan celana training untuk pria itu yang sekiranya muat dan cocok meski digunakan pria.

Ternyata pria itu sudah selesai mandi. Handuk yang hanya ia lilitkan di bawah perut dengan rambut basah menambah karismanya. Ye Na merasa tersihir dalam beberapa detik sampai ia sadar karena panggilan pria itu.

“Ye Na, kenapa kau diam saja? Apa kau ingin membiarkanku kedinginan?”

“Nih.”

Pria itu kembali masuk ke kamar mandi untuk memakai pakaian Ye Na. Beruntung, pakaian tersebut muat sebab Ye Na mengambilkan kaos yang oversize. Hanya saja, celana training yang ia kenakan terlihat kependekan.

“Besok kita pergi ke mall untuk membelikanmu pakaian.”

“Mall? Apa itu?”

“Huft, mall itu tempat untuk membeli barang-barang, seperti baju, celana dan lain-lain.”

“Oh.”

“Kau ini siapa, sih?”

“Aku Kim Youngju, suami Kim Ye Na.”

“Haha, nama margaku dengan istrimu saja berbeda.”

“Benarkah? Apa margamu?”

“Song.”

“Aku tidak percaya.”

“Terserah. Tapi, bisakah kau ceritakan padaku siapa itu Ye Na?”

“Kim Ye Na, ia adalah putri tunggal dari Dinasti Joseon. Sedangkan, aku hanyalah seorang panglima perang. Aku dan Ye Na diam-diam saling jatuh cinta hingga akhirnya hubungan itu diketahui oleh sang Raja. Ternyata Raja tidak marah, ia justru menyuruh kami segera menikah. Kami pun akhirnya menikah. Raja sangat bahagia. Karena umurnya yang sudah tua, ia menunjukku sebagai penggantinya. Namun, saat aku sudah menjadi Raja, aku malah bermain api dengan pelayan kerajaan. Tidak ada yang tahu tentang itu hingga akhirnya Raja mengetahui hal ini. Raja marah besar, dan Ye Na kecewa terhadapku. Ia pergi entah kemana. Raja menghukumku ke dunia ini untuk mencari keberadaan Ye Na, dan itu adalah kau.”

“Jadi, kau bukan berasal dari zaman ini, tapi kau berada di zaman Dinasti Joseon?”

“Tahun berapa sekarang?”

“2019.”

“Wah, aku tak menyangka pergi ke masa depan.”

“Tidur sana! Aku juga mau tidur,” ucap Ye Na yang lantas beranjak menuju kamarnya.

Malam pun berlalu, kini tergantikan oleh pagi. Ye Na dan Youngju sudah berada di mall. Youngju berdecak kagum dengan bangunan-bangunan yang ia lihat sekarang. Berbeda dengan dunianya yang masih bangunan serba kayu. Selesai berbelanja, mereka langsung pulang.

Betapa melelahkannya hari ini, berjalan ke sana kemari mencari pakaian yang cocok untuk Youngju. Namun, tanpa mereka sadari hari ini merupakan hari yang menjadi pintu masuk kebersamaan mereka. Tinggal bersama, selalu bertemu membuat mereka mengenal satu sama lain. Youngju sadar Ye Na yang sekarang memiliki kepribadian terbalik dengan Ye Na istrinya, namun ia yakin kalau Song Ye Na adalah reinkarnasinya.

Mereka pun semakin akrab satu sama lain. Entah, tak terhitung lama waktu yang mereka habiskan bersama. Tak dapat dipungkiri dari kebersamaan mereka inilah benih-benih cinta muncul di hati keduanya.

“Ye Na, saranghaeyo.”

“Nado saranghae.”

“Jinjja?”

“Ne.”

Memang Youngju tidak pernah bertanya kepada Ye Na apakah gadis itu mau menjadi pacarnya atau tidak. Namun, ia selalu mengatakan kalau ia mencintai gadis itu. Keromantisan mereka tak kalah dengan drama-drama Korea.

Saat sudah merasa nyaman satu sama lain dan tak mau kehilangan, Youngju mendapat sinyal untuk kembali ke dunianya. Namun, ia bingung harus meninggalkan Ye Na atau membawa ke dunianya.

“Ye Na, maukah kau ikut bersamaku?”

“Mianhae, Youngju, aku memang mencintaimu, namun kita hidup di zaman yang berbeda. Kembalilah, jika ini waktumu untuk kembali. Mianhae, aku bukanlah Kim Ye Na yang hidup pada zamanmu, tapi aku adalah Song Ye Na yang hidup di zaman sekarang.”

“Gomawoyo atas semua waktunya.”

Mereka saling berpelukan sebagai tanda perpisahan.

“Aku yakin akan kembali menemuimu. Maukah kau menungguku?”

“Wanita tidak ditakdirkan untuk menunggu, namun jika ini adalah perjuangan cinta kita, aku mau menunggumu sampai kau kembali ke dekapanku.”

“Saranghaeyo.”

Youngju dengan pakaian hanboknya kembali ke dunianya, zaman Dinasti Joseon. Ia tidak akan melupakan Ye Na dan waktu kebersamaan mereka.

Tanpa lelah, Ye Na menunggu kembalinya Youngju. Ia menyibukkan hari-harinya dengan melukis, seperti hari ini, ia melukis wajah Youngju yang tengah tersenyum dengan pakaian hanbok. Ia melukis di rooftop. Memang inilah tempat kesukaannya saat melukis.

Tak hanya melukis wajah Youngju, ia juga mengingat hari-hari di mana mereka menghabiskan waktu bersama. Di mana rasa itu tumbuh dengan sendirinya. Tiba-tiba kuasnya jatuh. Saat ia tengah menunduk mengambil kuas, terik sinar matahari seperti terhalangi. Ye Na mendongak ke langit. Ternyata ada Youngju yang menutupinya.

“Youngju,” ucap Ye Na.

Gadis itu langsung memeluk Youngju. Mereka berdua saling menyalurkan kerinduan yang sudah menggebu. Youngju yang sekarang adalah reinkarnasi dari Youngju Dinasti Joseon, namun jiwa dan perasaan mereka sama.

Kini, mereka dipertemukan kembali dan akhirnya mereka bisa hidup di zaman yang sama. Youngju berjanji tidak akan mengulangi kesalahan panglima Youngju yang mengecewakan Kim Ye Na.

#ZahrapediaBerkarya

Tentang Penulis

Nuzulul Magfiroh, gadis penyuka drama korea ini lahir 21 September 2003, hari Minggu pas fajar masih malu-malu untuk muncul. Hobi banget menulis, membaca, mendengarkan musik, dan maraton drakor. Pecinta oppa-oppa Korea (maklum jomblo), fans dari Rowoon SF9, aktor yang membintangi drama Extraordionary You. Punya cita-cita menjadi akuntan publik sesuai jurusan yang ia ambil di Sekolah Kejuruan saat ini. Menjadi penulis adalah hobinya dan cita-cita kedua. Ia sering membuat cerita dan mempublikasikannya di wattpad dengan nama pena @Vroh921.

Post a Comment

0 Comments